Senin, 27 Juli 2026

Ganti Ingress Lawas dengan Kubernetes Gateway API: Nggak Ada Lagi Spaghetti Annotation!

Kalau pernah ngelola Kubernetes di environment production, pasti tau rasanya nempel berderet-deret annotations cuma buat aktifin fitur simpel kayak SSL redirect, canary deployment, atau rate limiting.

Hasilnya? File YAML jadi mirip mi goreng—panjang, ruwet, dan ngunci kita ke satu vendor controller doang (misalnya NGINX Ingress Controller). Begitu mau pindah ke cloud provider lain atau ganti controller, semua manifes Ingress harus dirombak ulang dari nol.

Kubernetes SIG-Network paham betul penderitaan ini. Makanya mereka merilis Kubernetes Gateway API. Ini bukan sekadar CRD kustom biasa, tapi standar baru evolusi jaringan di Kubernetes yang jauh lebih terstruktur, portabel, dan didesain khusus buat kolaborasi multi-tim.

Yuk, kita bahas cara kerja, fitur dasar, sampai praktik hands-on-nya dengan gaya santai dan langsung ke poin utama!

Jumat, 10 Juli 2026

Meninggalkan Cron? Memahami Konsep Systemd Timer di Linux (Panduan DevOps)

Halo temen-temen infra dan sysadmin! Kalau ngomongin soal task scheduling di server Linux, pasti tools pertama yang muncul di kepala kita adalah Cron.

Cron emang legendaris dan battle-tested. Tapi, sejak systemd jadi standar baku di hampir semua distro Linux modern (Ubuntu, RHEL, CentOS, Debian), ada satu komponen yang secara perlahan mulai menggeser takhta cron. Dia lebih traceable, lebih terstruktur, dan jauh lebih ke-DevOps-an: Systemd Timer.

Di tulisan kali ini, kita bakal bedah bareng soal konsep .timer di systemd, alasan kenapa kalian harus mulai ninggalin legacy cron, dan gimana cara setup-nya di production.